Aku terbangun seperti biasa
menatap handphone beberapa lama
lalu melirik diam-diam ke arah jam
menatap langit-langit kamar yang sama
tapi yang terlihat oleh mata
apakah sama dengan apa yang dirasakan oleh hati?
mataku berkunang-kunang
pagi ini memang sangat dingin
aku kembali menarik selimut dan membiarkan wajahku tenggelam disana
dan tetap saja tak kutemukan kehangatan
tetap menggigil, aku sendirian
dengan kenangan yang masih menempel pada sudut2 ruas otak
seakan membekukan kinerja hati
aku berharap semua hanya mimpi
dan ada seseorang yang secara sukarela membangunkanku
atau menampar wajahku dengan sangat keras
sungguh, aku ingin tersadar dari bayang-bayang yang terlalu sering ku kejar
sekali lagi aku sendiri pagi ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar