Ini bukan cerita tentang bagaimana aku ingin menjadikanmu milikku.
Bukan mengenai bagaimana aku menyatakan cinta padamu.
Bukan, karna kamu tahu keadaannya,,
Hanya saja memperlihatkan bagaimana diri ini tak ingin melihatmu jatuh,
tersandung atau pun terpuruk sendiri karena apa yang kurasa bukan untuk memiliki,
tetapi untuk menyayangimu dan mendampingimu hingga keceriaan menghampiri dirimu dan masa depanmu.
Sedikit ragu kurasa sebenarnya,
Namun Tuhan sepertinya ingin menamparku,
Memberikan jawaban yang sama sekali tak ku ingini.
Ia telah semakin dekat dengan sang lelaki.
Dan aku benar-benar terlihat seperti penghalang sekarang.
Kamu menghilang.. Hatimu pergi begitu saja,,
Entah mengapa sampai detik aku memutuskan untuk tetap bertahan.
Mungkin aku hanya sekat saja bagimu.
Sudahlah,, tak ada ragu.
Aku memutuskan untuk mencoba pergi meninggalkanmu.
Menjauhimu sejauh yang aku bisa.
Menghilang dari hidupmu meski tak mungkin hilang dari pandanganmu,,
Sadar atau tidaknya sang pemilik senyum itu akan kepergianku,
ku coba hiraukan sebisa mungkin.
Mulai ku kurangi rasa ingin tahuku tentang dirinya,
Sedikit berguncang emosiku beberapa waktu.
Menstabilkan emosi yang begitu bergejolak dengan pergi beberapa saat,,
Menuruti ego yang semakin tidakkaruan,,
Tak berani diri ini menatap dirimu,,
senyummu itu jelas menghilang begitu kita berpapasan dalam waktu yang tak tentu. Senyummu benar-benar telah menghilang.
Diriku seperti melihat kerabunan masa depan.
Tanpa kecerahan sama sekali.
Kini kamu dan hatimu menghilang,,
Abu dan kelabu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar